APLIKASI MOTOR DC
Penggunaan Motor DC amat luas, namun
penggunaan tersebut tergantung pada jenis motor DC yang digunakan. Tiap jenis
motor DC mempunyai aplikasi tersendiri yang tentunya tidak seefektif jika
menggunakan motor jenis lain untuk keperluan yang sama. Terdapat tiga jenis
motor DC, penggolongan ini pada dasarnya berdasarkan topologi rangkaian, yaitu
bagaimana motor tersebut disusun dengan komponen lain yang mendukung
kinerjanya.
1. Motor DC shunt
Motor ini dinamakan motor DC shunt karena cara pengkabelan motor ini yang parallel (shunt) dengan kumparan armature. Motor jenis ini memiliki kecepatan yang stabil sehingga motor ini digunakan ketika membutuhkan kecepatan yang hampir sama sekali constant dari saat terdapat beban maupun terdapat beban. Selain itu, motor ini juga tepat jika kita rangkaian harus memiliki beban yang telah ditentukan.
Motor DC shunt berbeda dengan motor yang sejenis terutama pada gulungan kawat yang terkoneksi parallel dengan medan armature. Kita harus ingat bahawa teori elektronika dasar bahwa sebuah sirkuit yang parallel juga disebut sebagai shunt. Karena gulungan kawat diparalel dengan armature, maka disebut sebagai shunt winding dan motornya disebut shunt motor. Motor DC shunt memiliki skema berikut:
1. Motor DC shunt
Motor ini dinamakan motor DC shunt karena cara pengkabelan motor ini yang parallel (shunt) dengan kumparan armature. Motor jenis ini memiliki kecepatan yang stabil sehingga motor ini digunakan ketika membutuhkan kecepatan yang hampir sama sekali constant dari saat terdapat beban maupun terdapat beban. Selain itu, motor ini juga tepat jika kita rangkaian harus memiliki beban yang telah ditentukan.
Motor DC shunt berbeda dengan motor yang sejenis terutama pada gulungan kawat yang terkoneksi parallel dengan medan armature. Kita harus ingat bahawa teori elektronika dasar bahwa sebuah sirkuit yang parallel juga disebut sebagai shunt. Karena gulungan kawat diparalel dengan armature, maka disebut sebagai shunt winding dan motornya disebut shunt motor. Motor DC shunt memiliki skema berikut:
Motor DC shunt memiliki karakteristik pengoperasian yang agak berbeda dengan motor listrik yang sejenis. Karena medan kumparan parallel terbuat dari kabel yang kecil. Motor ini tidak dapat memproduksi arus yang besar ketika mulai melakukan putaran seperti pada medan kumparan seri. Hal ini berarti motor parallel mempunyai torsi awal yang lemah.
Ketika voltase diaplikasikan ke motor listrik, resistansi yang tinggi pada kumparan parallel menjaga arus mengalir lambat. Kumparan armature untuk motor shunt pada dasarnya sama dengan motor seri dan menggunakan arus untuk memproduksi medan magnetik yang cukup kuat untuk membuat kumparan armature memulai putaran. Seperti halnya motor seri, ketika armature mulai berputar, kumparan tersebut akan memproduksi EMF. EMF balik akan menyebabkan arus pada kumparan armature mulai terkurangi sampai pada level yang sangat rendah. Banyaknya arus pada kumparan armature yang dibutuhkan akan secara langsung berhubungan dengan banyaknya beban ketika motor mencapai kecepatan maksimal. Ketika bebannya sedikit, kumparan armature ini akan membutuhkan arus yang sedikut pula. Namun, ketika motor mencapai rpm yang penuh, kecepatannya akan tetap konstan.
Dalam industry, motor shunt digunakan pada Mesin bubut, Drills, Boring Mills, pembentuk, dan Spinning. Berikut adalah contoh boring mills yang sering digunakan pada industry.
2. Motor DC Seri
Motor ini dipasang secara seri dengan kumparan armature. Motor ini, kurang stabil. Pada torsi yang tinggi kecepatannya menurun dan sebaliknya. Namun, pada saat tidak terdapat beban motor ini akan cenderung menghasilkan kecepatan yang sangat tinggi. Tenaga putaran yang besar ini dibutuhkan pada elevator dan Electric Traction. Kecepatan ini juga dibutuhkan pada mesin jahit.
Motor DC seri mampu menghasilkan torsi awal yang besar dan stabil untuk memindahkan beban yang amat berat. Motor DC disusun dengan topologi berikut:
Karena kumparan
medan terseri dengan kumparan armature, motor DC seri membutuhkan jumlah arus
yang sama dengan arus yang mengalir melalui kumparan armature. Untuk alas an
ini kumparan dibuat dari kabel yang diameternya besar sehingga didapat arus
yang mencukupi. Karena diameter kabelnya sangat besar, kumparan hanya bisa
memiliki beberapa lilitan kabel. Pada motor DC yang lebih besar, medan kumparan
terbuat dari tembaga dan bukan dari rentetan kabel yang digunakan untuk
mendistribusikan power. Bentuk kotak dari kabel tembaga membuat penempatan
lebih mudah disekitar kutub medan. Kabel tembaga tersebut juga dapat dengan
mudah memanas karena besarnya arus yang mengalir.
Jumlah arus yang melewati kumparan menentukan jumlah torsi dari motor yang dapat diproduksi. Karena medan yang seri fibuat dari konduktor yang besar, konduktor tersebut memungkinkan jumlah arus yang lebih besar dan torsi yang lebih besar. Motor DC seri dapat dengan aman ditangani karena motor tidak beroperasi untuk waktu yang lama. Pada kebanyakan aplikasinya motor akan beroperasi selama beberapa detik saja, yaitu ketika terdapat arus yang besar.
Pengoperasian dari motor ini sangat mudah untuk dimengerti. Kita tahu, bahwa kumparan medan terkoneksi secara seri dengan kumparan armature. Hal ini berarti bahwa power akan teraplikasi pada salah satu ujung dari kumparan medan yang seri dan ujung lain dari kumparan armature yang terkoneksi dengan brush.
Ketika voltase diberikan, arus mulai mengalir dari terminal power supply yang negative ke kumparan yang seri dan kumparan armature. Kumparan armature tidak berputar ketika tegangan pertama kali diberikan dan satu-satunya hambatan pada sirkuit berasal dari konduktor yang digunakan pada armature dan kumparan penguat medan. Kerena konduktor ini sangat besar, maka konduktor ini hanya akan memiliki hambatan yang kecil. Hal ini menyebabkan motor mengambil arus yang besar dari power supply. Ketika arus yang besar mulai mengalir ke kumparan penguat medan dan kumparan armature maka akan terbentuk medan magnetic yang cukup kuat. Karena arusnya amat besar, hal ini menyebabkan kumparan menjadi jenuh, yang akan memproduksi medan magnet yang amat kuat.
Dalam industry, motor ini digunakan sebagai electric traction, elevator, kompresor udara, penyedot debu, dan pengering rambut. Contoh yang nyata, dapat kita temui pada mesin mobil. Ketika pada saat pertama kali dihidupkan, mobil memerlukan tenaga putaran yang kuat untuk membuat mesin dalam mobil hidup. Dan berikut adalah gambar electric traction yang digunakan pada industri.
Jumlah arus yang melewati kumparan menentukan jumlah torsi dari motor yang dapat diproduksi. Karena medan yang seri fibuat dari konduktor yang besar, konduktor tersebut memungkinkan jumlah arus yang lebih besar dan torsi yang lebih besar. Motor DC seri dapat dengan aman ditangani karena motor tidak beroperasi untuk waktu yang lama. Pada kebanyakan aplikasinya motor akan beroperasi selama beberapa detik saja, yaitu ketika terdapat arus yang besar.
Pengoperasian dari motor ini sangat mudah untuk dimengerti. Kita tahu, bahwa kumparan medan terkoneksi secara seri dengan kumparan armature. Hal ini berarti bahwa power akan teraplikasi pada salah satu ujung dari kumparan medan yang seri dan ujung lain dari kumparan armature yang terkoneksi dengan brush.
Ketika voltase diberikan, arus mulai mengalir dari terminal power supply yang negative ke kumparan yang seri dan kumparan armature. Kumparan armature tidak berputar ketika tegangan pertama kali diberikan dan satu-satunya hambatan pada sirkuit berasal dari konduktor yang digunakan pada armature dan kumparan penguat medan. Kerena konduktor ini sangat besar, maka konduktor ini hanya akan memiliki hambatan yang kecil. Hal ini menyebabkan motor mengambil arus yang besar dari power supply. Ketika arus yang besar mulai mengalir ke kumparan penguat medan dan kumparan armature maka akan terbentuk medan magnetic yang cukup kuat. Karena arusnya amat besar, hal ini menyebabkan kumparan menjadi jenuh, yang akan memproduksi medan magnet yang amat kuat.
Dalam industry, motor ini digunakan sebagai electric traction, elevator, kompresor udara, penyedot debu, dan pengering rambut. Contoh yang nyata, dapat kita temui pada mesin mobil. Ketika pada saat pertama kali dihidupkan, mobil memerlukan tenaga putaran yang kuat untuk membuat mesin dalam mobil hidup. Dan berikut adalah gambar electric traction yang digunakan pada industri.
3. Motor DC Compound
Motor compound memiliki dua bidang kumparan. Salah satu berparalel dengan kumparan armature, sementara kumparan lain berseri dengan bidang yang terkoneksi seri dengan kumparan armature. Kumparan yang parallel memberikan kecepatan yang constant. Sementara kumparan yang seri dapat menyumbangkan torsi yang besar ketika motor dinyalakan meski pada saat terdapat beban berat. Dalam industri, motor ini digunakan untuk pekerjaan apa saja yang membutuhkan torsi besar dan kecepatan yang constant.
MOTOR DC STEPPER
Motor stepper adalah jenis motor yang tidak memiliki sikat, motor listrik
yang sinkron yang dapat membagi sebuah rotasi penuh menjadi banyak langkah.
Posisi motor dapat dikontrol secara tepat tanpa ada mekanisme balik selama
motor didesain secara hati-hati pada aplikasinya.
Dasar Pengoperasian
Motor stepper beroperasi sedikit berbeda dengan motor sikat, yang berotasi
jika terdapat tegangan pada terminalnya. Motor stepper disisi lain, secara
efektif memiliki gigi yang berotasi jika electromagnet pada sekitar gear
central yang dibuat dari besi.
Electromagnet
ditimbulkan secara eksternal oleh ‘control circuit’ seperti microcontroller.
Untuk membuat motor berputar, electromagnet pertama diberi power, yang membuat
gigi gear secara magnetisasi menarik gigi gear. Ketika gigi gear menyimpang
dari electromagnet yang pertama. Kemudian ketika elektromaget yang kedua
diberikan power, maka gear juga akan tertarik ke electromagnet yang kedua.
Proses ini berulang untuk seluruh electromagnet pada motor. Tiap rotasi kecil
tersebut disebut dengan ‘step’. Dengan mengetahui clock, yaitu berapa step yang
dibutuhkan untuk melakukan satu kali putaran kita dapat mengontrol motor dengan
tepat.
Karakteristik
motor stepper:
•
Powernya constant.
•
Ketika kecepatan meningkat, torsi menurun.
•
Kurva dari torsi dapat ditingkatkan dengan meningkatkan tegangan.
•
Motor stepper mimiliki getaran yang lebih besar disbanding jenis motor
lain.
Getaran
ini dapat menjadi efek buruk bagi motor, karena dapat menghilangkan torsi atau
kehilangan arah. Hal ini karena rotor terdapat pada medan magnetic yang
bertindak layaknya spring. Tiap langkah motor, rotor dapat maju dan mundur secara
berlebih. Hal ini dapat menimbulkan resonansi. Jika frekuensi steppingnya cocok
dengan frekuensi resonansi maka bunyi makin keras dan motor tidak lagi sinkron.
Hal ini dapat menimbulkan perubahan arah. Dan yang paling buruk adalah
kehilangan control dan membuat motor berputar secara bebas.
Efeknya
dapat dikurangi dengan mengakselerasi secara cepat melalui range kecepatan
bermasalah. Secara fisik, membasahi system, atau menggunakan driver
microstepping. Motor dengan phase yang besar juga menunjukkan operasi yang
lebih halus dibandingkan dengan motor yang memiliki phase yang rendah.
Komutasi
Open-loop versus Komutasi closed-loop
Motor
stepper secara umum berkomutasi secara open loop. Pengontrol tidak memiliki
feedback dimana motor sebenarnya. System pada motor stepper harus demikian
digeneralisasikan, terutama jika beban inersianya tinggi atau terdapat variasi
yang besar dari beban sehingga tidak terdapat kemungkinan motor akan kehilangan
step. Hal ini membuat pendesain system mempertimbangkan untuk mempertukarkan
antara terdesain dengan baik namun mahal dan sebuah motor besar harga yang
relative murah.
Motor
stepper model baru pengontrol berooperasi dengan sebuah peralatan pengatur
posisi rotor, sehingga komunikasi dapat dibangun secara optimal untuk menghasilkan
torsi sesuai dengan posisi rotor sebenarnya. Hal ini mengubah motor stepper
menjadi motor servo tanpa sikat dengan polarisasi tinggi, dengan pengecualian
kecepatan yang rendah dan resolusi posisi. Teknik yang lebih canggih adalah
dengan menjalankan motor secara normal pada mode open loop, dan hanya
menggunakan closed loop jika posisi kesalahan rotor menjadi terlalu
besar.
Types
Terdapat
tiga tipe dari motor stepper.
•
Motor stepper magnet permanen. Dapat dibagi menjadi ‘tin-can’yang lebih murah
dan ‘hybrid’ dengan kualitas yang baik, derajat step yang kecil dan densitas
power yang tinggi.
•
Hybrid Synchronous Stepper
•
Variable Reluctance Stepper
•
Lavet type stepping motor
Motor
dengan magnet permanent (PM) pada rotor dan beroperasi pada tarikan atau
tolakan antara rotor PM dan electromagnet stator. Reluktansi variable (VR)
motor mempunyai rotor besi yang murni dan beroperasi berdasarkan prinsip
reluktansi minimal yang terjadi dengan celah yang minimum, maka titik dari
rotor tertarik ke kutub magnet stator. Motor stepper hybrid, dinamai demikian
karena menggunakan kombinasi dari PM dan teknik VR untuk mencapai power
maksimal dengan ukuran motor yang kecil.
Stepper
motor dua phase
Ada
dua dasar susunan gulungan untuk kumparan elektromagnetik pada motor stepper
dua fase, yaitu bipolar dan unipolar.
Motor
stepper unipolar
Motor
stepper unipolar mempunyai dua fase tiap gulungan, satu untuk tiap arah dari
medan magnet. Karena pada susunan ini sebuah kutub magnet dapat dibalik tanpa
mengubah arah arus, pertukaran kutub sirkuit dapat dilakukan dengan sangat
mudah untuk tiap gulungan. Khususnya, fase yang ada, satu ujung dari tiap
gulungan dibuat sama, memberikan tiga fase yang memimpin tiap fase dan enam
fase yang memimpin untuk motor dengan dua fase.
Sebuah
microcontroller atau motor stepper controller dapat digunakan untuk mengatifkan
drive transistor pada urutan yang benar, dan pengoperasian sederhana ini
membuat motor unipolar popular.
Motor
stepper bipolar
Motor
stepper bipolar mempunyai satu fase tiap lilitan. Arus pada lilitan harus
dibolak-balik untuk dapat membalik kutub magnet, sehingga sirkuit pengendali
menjadi amat rumit. Secara khusus sebuah susunan jembatan H. terdapat dua fase
yang memimpin, keduanya tidak sama. Efek pergeseran statis menggunakan jembatan H telah
diteliti dengan topologi drive tertentu.
Karena lilitan ini lebih baik untuk dimanfaatkan, lilitan tsb lebih
powerful daripada sebuah motor unipolar dengan berat yang sama. hal ini karena
space fisik yang ditempati oleh lilitan. Sebuah motor unipolar mempunyai jumlah
kabel dua kali lipat untuk tempat yang sama, namun hanya sebagian yang
digunakan pada tiap sudutnya. Maka 50% efisiensi dan 70% output tersedia. Namun
demikian bipolar lebih rumit untuk didrive, driver chip yang berlebihan berarti
kurang lebih sulit untuk dibuat.
Sebuah motor stepper 8 kaki terlilit seperti motor stepper unipolar, naun
kaki-kakinya tidak terhubung secara internal dengan motor. Motor jenis ini
dapat dikabelkan dengan beberapa konfigurasi.
Unipolar
• Bipolar dengan lilitan seri. Hal ini memberikan induktansi yang tinggi
namun arus yang lemah tiap lilitan.
• Bipolar dengan lilitan parallel. Hal ini membutuhkan arus yang tinggi
namun dapat beroperasi lebih baik karena induktansi lilitan terkurangi.
• Bipolar dengan satu fase lilitan. Metode ini akan menjalankan motor
setengah lilitan yang ada, yang akan mengurangi torsi kecepatan rendah namun
membutuhkan arus yang rendah.
Motor stepper phase tinggi
Motor stepper dengan beberapa fase akan cenderung memiliki level getaran
yang rendah, meskipun biaya pembuatannya tinggi. Motor ini biasa dikenal dengan
‘hybrid’ dan memiliki bagian mesin yang mahal, tetapi qualitasnya tinggi. Namun
demikian motor ini sangat mahal, dan mempunyai densitas power yang besar dan
dnegan drive elektronik yang cocok sebenarnya layak untuk aplikasi.
Sirkuit
drive motor stepper
Performa
motor stepper tergantung pada sirkuit drivenya. Kurva torsi mungkin akn
meningkat untuk mendapatkan kecepatan yang lebih jika kutub stator dapat
diubah-ubah dengan lebih cepat. Factor yang membatasi adalah induktansi
lilitan. Untuk mengatasi hal tersebut dan memindah lilitan dengan cepat,
caranya adalah dengan meningkatkan tegangan drive. Hal ini dimaksudkan untuk
mengurangi arus yang mungkin diinduksi oleh tegangan tinggi.
Sirkuit
drive L/R
Sirkuit
L/R drive juga dikenal sebagai dengan drive tegangan konstan karena sebuah
konstan positif atau negative diaplikasikan pada tiap lilitan untuk mengatur
posisi langkah. Namun, hal itu adalah lilitan arus bukan tegangan yang
mengarahkan torsi untuk menggerakkan motor stepper. Arus pada tiap gulungan
dipengaruhi oleh tegangan karena induktansi lilitan L dan resistansi Lilitan R.
Hambatan
R menentukan arus maksimal sesuai dengan hokum OHM. Induktansi L menentukan
jumlah perubahan arus maksimum pada lilitan sesuai dengan formula untuk sebuah
inductor dl/dt = V/L. dengan demikian ketika motor dikontrol dengan drive L/R,
kecepatan maksimum dari motor stepper terbatas pada induktansinya karena pada
beberapa tingkat kecepatan, voltase U akan berubah lebih cepat disbanding I dan
menjaga keadaan ini. Ini adalah dalamhal tingkat perubahan arus adalah L x R
(e.g. a 10mH inductance with 2 ohms resistance will take 20 ms to reach approx
2/3 of maximum torque or around 0.1 sec to reach 99% of max torque). Untuk
mendapatkan torsi yang tinggi pada kecepatan yang tinggi membutuhkan voltase
drive yang tinggi dengan hambatan yang rendah dan induktansi yang rendah pula.
Dengan drive L/R dimungkinkan untuk mengontrol sebuah motor resistif tegangan
rendah dengan tegangan drive yang lebih tinggi dengan menambah resistor
eksternal yang diseri dengan tiap gulungan. Hal ini akan menghabiskan power pada
resistor dan menghasilkan panas.
Sirkuit
drive pemotong (chopper)
Sirkuit
pemotong juga dikenal dengan drive arus constant karena drive ini menghasilkan
arus yang constant pada tiap lilitan. Pada tiap langkah baru, pada awalnya
sebuah tegangan yang amat tinggi diberikan pada lilittan. Hal ini menyebabkan arus pada lilitan
meningkat dengan cepat kerna dl/dt = V/L.
Arus pada lilitan dimonitor oleh controller, biasanya dengan mengukur
tegangan ynag melalui resistor yang kecil yang diseri dengan tiap lilitan.
ketika arus berlebih, sejumlah arus dibatasi dengan cara memotong tegagangan
(Chopped), biasanya digunakan transistor power. Dengan cara ini, arus yang ada
relative konstan untuk posisi step tertentu. Hal ini memerlukan arus lilitan
elektronik tambahan dan control pensaklaran. Namun hal ini memungkinkan motor
dikontrol dengan torsi yang besar pada kecepatan yang tinggi daripada L/R
drive. Komponen Elektronic yang diperlukan banyak tersedia.
Bentuk gelombang fase arus
Sebuah motor stepper adalah motor sinkron AC polifase, karena adanya arus
sinusoidal. Sebuah bentuk gelombang full step adalah sebuah perkiraan dinusoid,
dan itu adalah alasan mengapa motor menunjukkan vibrasi yang berlebih. Berbagai
teknik driving telah dikembangkan untuk perkiraan bentuk gelombang sinusoidal
yang lebih baik, yaitu half stepping dan microstepping.
Mode drive yang berbeda menunjukkan arus kumparan pada motor unipolar 4
fase.
Gelombang drive
Pada metode drive ini hanya satu fase yang diaktifkan pada suatu waktu.
Drive ini mempunyai jumlah step yang sama seperti halnya drive full step, namun
motor ini mempunyai rotasi torsi yang lebih rendah dan jarang digunakan.
Drive
full step (2 fase on)
Ini
adalah metode umum untuk motor dengan drive full step. Dua fase selalu on.
Motor akan mempunyai tingkat torsi yang penuh.
Half
stepping
Ketika
half stepping, drive bertukar antara dua fase on dan single fase on. Hal ini
meningkatkan resolusi angular, namun motor mempunyai torsi yang lebih rendah
(sekitar 70%) pada posisi half step (dimana hanya satu fase on). Hal ini
mungkin terkurangi karena meningkatnya arus pada lilitan yang aktif untuk
mengganti kerugiannya. Manfaat dari half stepping adalah drive elektronik tidak
harus berubah untuk mensupply motor.
Microstepping
Microstepping
mengacu pada sinus cosines microstepping yang mana lilitan arus memperkirakan
sebuah bentuk gelombang AC sinusoidal. Sinus cosines mircrostepping pada bentuk
yang paling umum, nanmun bentuk gelombangnya digunakan. Tanpa menghiraukan
bentuk gelombang yang digunakan, karena microstep lebih kecil, operasi motor
menjadi lebih halus, oleh karenanya sangat mengurangi resonansi di berbagai
bagian dari motor yang terkoneksi. Resolusi akan dibatasi oleh striksi mekanis,
backslash, dan sumber error yang lain antara motor dan end device. Gear
reducers mungkin digunakan untuk meningkatkan posisi resolusi.
Tingkat
pengulangan ukuran step merupakan fitur motor stepper yang penting dan sebuah
alasan yang mendasar untuk penggunaannya dalam pemposisian.
Teori
Sebuah
motor stepper dapat dilihat sebuah sebuah motor AC sinkron dengan sejumlah
kutub (pada rotor dan stator) yang meningkat. Sebagai tambahan bahan magnetic
lunak dengan banyak gerigi pada rotor dan stator dapat menggandakan jumlah
kutub (reluktansi motor). Motor stepper modern dari desain hybrid mempunyai
magnet permanen dan inti besi lunak.
Untuk
mencapai tingkat torsi yang penuh, kumparan pada motor stepper harus mencapai
tingkat arus yang penuh pula selama step dilakukan. Lilitan induktansi dan EMF
balik yang dihasilkan oleh rotor yang bergerak cenderung menghambat perubahan
pada arus drive, sehingga ketika kecepatan motor naik, diperlukan waktu yang
lebih sedikit untuk mencapai tingkat arus yang penuh. Dengan demikian
mengurangi torsi motor. Karena kecepatan meningkat drastis, arus tidak akan
mencapai tingkat arus ynag penuh, dan kadang-kadang motor akan berhenti
memproduksi torsi.
Dorongan
pada torsi
This
is the measure of the torque produced by a stepper motor when it is operated
without an acceleration state. At low speeds the stepper motor can synchronise
itself with an applied step frequency, and this pull-in torque must overcome
friction and inertia. It is important to make sure that the load on the motor
is frictional rather than inertial as the friction reduces any unwanted
oscillations.
Spesifikasi
Motor stepper
Pemberian
nama motor stepper secara khusus diberikan hanya pada lilitan arus. Tingkat
voltase akan memproduksi tingkat lilitan arus pada DC. Nanun hal ini kebanyakan
sebuah rating yang tidak bermakna. Karena driver modern sekarang membatasi dan
tegangan drive sangat berlebih pada motor.
Sebuah
motor stepper dengan kecepatan torsi yang rendah akan bervariasi secara
langsung dengan arus. Seberapa cepat torsi mencapai kecepatan yang lebih
tergantung pada lilitan induktansi dan rangkaian drive yang ada, terutama
voltase drive.
Motor
stepper harus disetting sesuai dengan kurva torsi, yang mana ditentukan oleh
pabrik pembuat pada voltase drive tertentu atau menggunakan rangkaian drive
milik pabrik.
Aplikasi
Computer
yang dikontrol motor stepper adalah salah satu bentuk yang paling serbaguna
pada system pemposisian. Hal tersebut secara khusus terdigitalisasi yang
dikontrol sebagai bagian dari sebuah system open loop dan lebih kasar dibanding
motor servo.
Aplikasi
pada industry adalah pemutar berkecepatan tinggi, tempat peralatan, dan mesin
CNC. Pada medan laser dan optic motor stepper digunakan untuk memposisikan
peralatan secara tepat, seperti actuator linear, linear stages, rotation
stages, goniometers, dan mirror mounts. Penggunaan lain adalah pada mesin
pemaketan. Motor stepper juga digunakan pada drive disk floppy, scanner,
printer, plotter, dan alat-alat lain.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar