JEMBATAN WHEASTONE
1. Pengertian Galvanometer
Galvanometer adalah alat yang
digunakan untuk deteksi dan pengukuran arus. Kebanyakan alat itu kerjanya
tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan di dalam medan magnet.
Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah
seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah
kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Kawat dan jarum diantara keduanya
mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Kepekaan
galvanometer semacam ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi
kumparan dalam bidang vertical dengan jarum kompas ditengahnya. Dan instrument
semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada tahun 1890, yang tingkat kepekaanya
jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada waktu ini.
2. Pengertian Jembatan Wheatstone
adalah alat
ukur yang ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan meningkat
dan dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843. Ini
digunakan untuk mengukur suatu yang tidak diketahui hambatan listrik
dengan menyeimbangkan dua kaki dari rangkaian jembatan, satu kaki yang
mencakup komponen diketahui. kerjanya mirip
dengan aslinya potensiometer .
Rangkaian
jembatan wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan, yang mana 2 dari
hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui
besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya
dipasang sebuah galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya diberikan sumber
tegangan.
Dengan
mengatur sedemikian rupa besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir
pada Galvanometer = 0, dalam keadaan ini jembatan disebut seimbang
Rangkaian
jembatan wheatstone juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat geser
bila besarnya hambatan bergantung pada panjang penghantar.
Kegunaan
Kegunaan dari jembatan wheatstone adalah untuk
mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvanometer
sama dengan nol (karena potensial ujung-ujungnya sama besar). Sehingga dapat
dirumuskan dengan perkalian silang .

Hasil
kali antara hambatan hambatan berhadapan yang satu akan sama dengan hasil kai
hambatan hambatan berhadapan lainnya jika beda potensial antara c dan d
bernilai nol. Persamaan
R1 . R3 = R2 .
R4 dapat
diturunkan dengan menerapkan Hukum Kirchoff dalam rangkaian tersebut.
Pembuktian Persamaan
Berikut adalah penerapan hukum Kirchoff untuk memperoleh persamaan R1 .
R3 = R2 . R4.
Untuk melihat caranya, tekanlah tombol berikut
Pertama-tama
perhatikanlah dengan cermat rangkaian jembatan wheatston

Carilah persamaan di loop I dan
persamaan di loop II, yaitu
Persamaan di loop II
I2
. R2 + I3 . R5 - I1 . R4
= 0
Persamaan di loop III
I4
. R1 - I5 . R3 - I3 . R5
= 0
Jika tidak ada arus yang mengalir ke
R5 (I3 = 0), maka
Persamaan loop II
I2 . R2 - I1 . R4 = 0
Persamaan loop III
I4 . R1 - I5 . R3 = 0
Bagi persamaan di loop II dengan persamaan di loop I, maka akan di peroleh bentuk berikut
Persamaan loop II
I2 . R2 - I1 . R4 = 0
Persamaan loop III
I4 . R1 - I5 . R3 = 0
Bagi persamaan di loop II dengan persamaan di loop I, maka akan di peroleh bentuk berikut

Pada saat I3 = 0, maka I2
= I4 dan I1 = I5, sehinnga bentuk ini akan
menjadi

Bagaimana Jika I3 tidak sama dengan nol
Pada kasus
I3 ≠ 0, maka analisis rangkaian akan menjadi lebih rumit, di mana
variabel kuat arus listrik (I) akan muncul dalam persamaan. Untuk lebih
jelasny, ikutilah langkah-langkah berikut

Persamaan di loop III
I4
. R1 - I5 . R3 - I3 . R5
= 0
Perhatikanlah arah arus listrik pada rangkaian, dengan
menerapkan hukum I Kirchoff akan didapat persamaan
I = I1
+ I2
I2
= I4 + I3
I5
= I3 + I1
Oleh karena
itu, persamaan di loop III akan menjadi
(I2
- I3)R1 - (I3 + I1)R3 -
I3R5 = 0
I3R5
= (I2 - I3)R1 - (I3 + I1)R3............................1)
Persamaan di loop II
I2
. R2 + I3 . R5 - I1 . R4
= 0
I3
. R5 = I1 . R4 - I2 . R2..............................2)
Substitusi
persamaan 1) ke persamaan 2), maka akan didapat bentuk seperti berikut
(I2
- I3)R1 - (I3 + I1)R3 =
I1 . R4 - I2 . R2
I2
. R1 - I3 . R1 - I3 . R3
- I1 . R3 = I1 . R4 - I2
. R2
I2(R1
+ R2) - I1(R3 + R4) = I3
(R1 + R3)
Jadi
persamaan akhir apabila I3 ≠ 0, dalam artian ada beda potensial
antara ujung-ujung R5, maka akan berlaku persamaan berikut
I2(R1
+ R2) - I1(R3 + R4) = I3
(R1 + R3)
Besaranya hambatan total rangkaian
dapat dicari dengan persamaan
Rtotal
= E/I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar