alfan clock

Sabtu, 03 Mei 2014

Pengertian jembtana wheastone



JEMBATAN WHEASTONE

1.      Pengertian Galvanometer
Galvanometer adalah alat yang digunakan untuk deteksi dan pengukuran arus. Kebanyakan alat itu kerjanya tergantung pada momen yang berlaku pada kumparan di dalam medan magnet.
Bentuk mula-mula dari galvanometer adalah seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Kawat dan jarum diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Kepekaan galvanometer semacam ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertical dengan jarum kompas ditengahnya. Dan instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada tahun 1890, yang tingkat kepekaanya jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada waktu ini.
2.      Pengertian  Jembatan Wheatstone 
adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan meningkat dan dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843. Ini digunakan untuk mengukur suatu yang tidak diketahui hambatan listrik dengan menyeimbangkan dua kaki dari rangkaian jembatan, satu kaki yang mencakup komponen diketahui. kerjanya mirip dengan aslinya potensiometer .
Rangkaian jembatan wheatstone adalah susunan dari 4 buah hambatan, yang mana 2 dari hambatan tersebut adalah hambatan variable dan hambatan yang belum diketahui besarnya yang disusun secara seri satu sama lain dan pada 2 titik diagonalnya dipasang sebuah galvanometer dan pada 2 titik diagonal lainnya diberikan sumber tegangan.
Dengan mengatur sedemikian rupa besar hambatan variable sehingga arus yang mengalir pada Galvanometer = 0, dalam keadaan ini jembatan disebut seimbang
Rangkaian jembatan wheatstone juga dapat disederhanakan dengan menggunakan kawat geser bila besarnya hambatan bergantung pada panjang penghantar.
Kegunaan
Kegunaan dari jembatan wheatstone adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujung-ujungnya sama besar). Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang .

http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/wheatstone.png
Hasil kali antara hambatan hambatan berhadapan yang satu akan sama dengan hasil kai hambatan hambatan berhadapan lainnya jika beda potensial antara c dan d bernilai nol. Persamaan
R1 . R3 = R2 . R4 dapat diturunkan dengan menerapkan Hukum Kirchoff dalam rangkaian tersebut.
Pembuktian Persamaan

Berikut adalah penerapan hukum Kirchoff untuk memperoleh persamaan R1 . R3 = R2 . R4. Untuk melihat caranya, tekanlah tombol berikut
Pertama-tama perhatikanlah dengan cermat rangkaian jembatan wheatston
http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/gambar_wheatstone1.png
Carilah persamaan di loop I dan persamaan di loop II, yaitu
Persamaan di loop II
I2 . R2 + I3 . R5 - I1 . R4 = 0
Persamaan di loop III
I4 . R1 - I5 . R3 - I3 . R5 = 0
Jika tidak ada arus yang mengalir ke R5 (I3 = 0), maka

Persamaan loop II
I2 . R2 - I1 . R4 = 0

Persamaan loop III
I4 . R1 - I5 . R3 = 0

Bagi persamaan di loop II dengan persamaan di loop I, maka akan di peroleh bentuk berikut
http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/pw1.png
Pada saat I3 = 0, maka I2 = I4 dan I1 = I5, sehinnga bentuk ini akan menjadi
http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/pw2.png
Bagaimana Jika I3 tidak sama dengan nol

Pada kasus I3 ≠ 0, maka analisis rangkaian akan menjadi lebih rumit, di mana variabel kuat arus listrik (I) akan muncul dalam persamaan. Untuk lebih jelasny, ikutilah langkah-langkah berikut
http://www.mediabali.net/listrik_dinamis/gambar_wheatstone1.png
Persamaan di loop III
I4 . R1 - I5 . R3 - I3 . R5 = 0
Perhatikanlah arah arus listrik pada rangkaian, dengan menerapkan hukum I Kirchoff akan didapat persamaan
I = I1 + I2
I2 = I4 + I3
I5 = I3 + I1
Oleh karena itu, persamaan di loop III akan menjadi
(I2 - I3)R1 - (I3 + I1)R3 - I3R5 = 0
I3R5 = (I2 - I3)R1 - (I3 + I1)R3............................1)
Persamaan di loop II
I2 . R2 + I3 . R5 - I1 . R4 = 0
I3 . R5 = I1 . R4 - I2 . R2..............................2)
Substitusi persamaan 1) ke persamaan 2), maka akan didapat bentuk seperti berikut
(I2 - I3)R1 - (I3 + I1)R3 = I1 . R4 - I2 . R2
I2 . R1 - I3 . R1 - I3 . R3 - I1 . R3 = I1 . R4 - I2 . R2
I2(R1 + R2) - I1(R3 + R4) = I3 (R1 + R3)
Jadi persamaan akhir apabila I3 ≠ 0, dalam artian ada beda potensial antara ujung-ujung R5, maka akan berlaku persamaan berikut
I2(R1 + R2) - I1(R3 + R4) = I3 (R1 + R3)
Besaranya hambatan total rangkaian dapat dicari dengan persamaan
Rtotal = E/I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar