BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Udara
Udara tersusun atas komponen-komponen
gas utama nitrogen (N2), oksigen (O2), dan beberapa gas
mulia serta jenis gas hasil kegiatan biologic dan kegiatan alami gunung berapi.
Jadi, udara alami tidak pernaha dalam keadaan murni. Atmosfer dalam kenyataan
merupakan system dinamik disamping watak nyata yang tidak berubah-rubah karena
selalu saling bertukar alih dengan gas pembentuk udara secara berkesinambungan
dari tumbuh-tumbuhan, kelautan dan makhluk hidup lainnya. Siklus gas dalam
atmosfer mencakup berbagai proses fisik dan proses kimiawi. Berbagai jenis gas
dihasilkan dari proses kimiawi di dalam atmosfer itu sendiri, proses biologic,
kegiatan gunung berapi, peluruhan senyawa radioaktif dan kegiatan industry.
Gas-gas ini juga disisihkan dari atmosfer oleh berbagai proses kimiawi, proses
biologic dan proses fisik seperti pembentukan partikel, pengendapan dan
penyerapan oleh air laut dan kulit bumi. Waktu tinggal suatu jenis molekul gas
yang memasuki atmosfer berada dalam rentang hitungan jam hingga jutaan tahun
yang bergantung pada jenis gas tersebut.
Sebagian jenis gas dapat dipandang
sebagai pencemar udara (terutama jika konsentrasi gas itu melebihi dari tingkat
konsentrasi latar normal) baik gas yang berasal dari sumber alami atau sumber
yang berasal dari kegiatan manusia (anthropologic sources). Table 1
menyatakan konsentrasi gas di dalam atmosfer yang bersih dan kering pada
permukaan tanah.
Table 1. Konsentrasi gas di dalam
atmosfer bersih dan kering
|
Jenis
Gas
|
Rumus
Kimia
|
Konsentrasi
(ppm
volum)
|
Konsentrasi
(% volum)
|
|
Nitrogen
|
N2
|
780900
|
78.09
|
|
Oksigen
|
O2
|
209500
|
20.95
|
|
Argon
|
Ar
|
9300
|
0.93
|
|
Karbondioksida
|
CO2
|
320
|
0.032
|
|
Neon
|
Ne
|
18
|
0.0018
|
|
Helium
|
He
|
5.2
|
0.00052
|
|
Metan
|
CH4
|
1.5
|
0.00015
|
|
Krypton
|
Kr
|
1.0
|
0.0001
|
|
Hydrogen
|
H2
|
0.5
|
0.00005
|
|
Dinitrogen
oksida
|
N2O
|
0.2
|
0.00002
|
|
Karbonmonoksida
|
CO
|
0.1
|
0.00001
|
|
Xenon
|
Xe
|
0.08
|
0.000008
|
|
Ozon
|
O3
|
0.02
|
0.000002
|
|
Ammonia
|
NH3
|
0.006
|
0.0000006
|
|
Nitrogen
dioksida
|
NO2
|
0.001
|
0.0000001
|
|
Sulfur
dioksida
|
SO2
|
0.0002
|
0.00000002
|
|
Hydrogen
sulfida
|
H2S
|
0.0002
|
0.00000002
|
[Peave et al, 1986: 423]
Lapisan udara yang menjadi perhatian utama dalam kaitan
dengan pencemaran adalah troposfer. Pada lapisan inilah terjadi peristiwa hujan
asam. Hujan asam ini diakibatkan oleh reaksi dari gas SOx dan NOx
dengan H2O di dalam atmosfer serta sinar matahari yang menghasilkan
asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (H2NO3).
Asam ini dapat merusak/mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia serta mmerusak
bangunan. [Peave et al, 1986]
2.2 Pencemaran Udara Dan Jenisnya
Pencemaran Udara
adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau
komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara oleh kegiatan
manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau
tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara
mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan,
ekosistem yang berkaitan dengan manusia
v Jenis-jenis pencemaran
udara
ü Jenis pencemaran udara
berdasarkan bentuknya :
a) Pencemaran udara berbentuk gas yang dapat dibedakan menjadi :
·
Golongan belerang terdiri
dari Sulfur Dioksida (SO2), Hidrogen
Sulfida (H2S) dan Sulfat Aerosol.
·
Golongan Nitrogen terdiri
dari Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen
Monoksida (NO), Amoniak(NH3) dan Nitrogen
Dioksida (NO2).
·
Golongan Karbon terdiri
dari Karbon Dioksida (CO2), Karbon
Monoksida (CO), Hidrokarbon .
· Golongan gas yang berbahaya terdiri
dari Benzen, Vinyl Klorida, air raksa uap.
b) Pencemaran udara berbentuk partikel yang dapat dibedakan menjadi :
·
Mineral (anorganik) dapat
berupa racun seperti air raksa dan timah.
· Bahan organik terdiri dari ikatan hidrokarbon,
klorinasi alkan, Benzen.
·
Makhluk hidup terdiri dari
bakteri, virus, telur cacing.
ü Jenis Pencemaran udara berdasarkan tempat dan sumbernya :
a)
Pencemaran udara bebas (Out door air pollution),yang bersumber dari :
Sumber Pencemaran udara bebas :
· Alamiah, berasal dari letusan gunung
berapi, pembusukan, dll.
· Kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah
tangga, asap kendaraan, dll.
b)
Pencemaran udara ruangan (In
door air pollution), berupa pencemaran
udara didalam ru-a-ngan yang berasal dari pemukiman, perkantoran ataupun gedung
tinggi.
ü Jenis Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya
terhadap gangguan kesehatan :
a)
Irintasia
Biasanya polutan ini
bersifat korosif. Merangsang proses peradangan hanya pada saluran pernapasan
bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung hingga tenggorokkan.
Misalnya Sulfur Dioksida, Sulfur Trioksida, Amoniak, debu. Iritasi
terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai paru-paru
sendiri.
b)
Asfiksia
Disebabkan oleh ber-kurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap
oksigen atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang.
Keracunan gas Karbon Monoksida mengakibatkan CO akan
mengikat hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin mengikat
O2 berkurang terjadilah Asfiksia. Yang termasuk golongan ini adalah gas Nitrogen,
Oksida, Metan, Gas Hidrogen dan Helium.
c)
Anestesia
Bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran,
misalnya aeter, aetilene, propane dan alkohol alifatis.
d)
Toksis
Titik
tangkap terjadinya berbagai jenis, yaitu :
·
Menimbulkan
gangguan pada sistem pembuatan darah, mi-salnya benzene, fenol,
toluen danxylene.
·
Keracunan terhadap susunan
syaraf, misalnya karbon disulfid, metil alkohol.
ü Jenis Pencemaran udara berdasarkan asalnya :
a) Pencemar primer
Polutan yang bentuk dan komposisinya sama dengan ketika dipancarkan, lazim
disebut sebagai pencemar primer, antara lain CO, CO2, hidrokarbon,
SO, Nitrogen Oksida, Ozon serta berbagai partikel.
b) Pencemar Sekunder
Berbagai bahan pencemar kadangkala bereaksi satu sama lain
menghasilkan jenis pencemar baru, yang justru lebih membahayakan kehidupan.
Reaksi ini dapat terjadi secara otomatis ataupun dengan cara bantuan katalisator,
seperti sinar matahari. Pencemar hasil reaksi disebut sebagai pencemar
sekunder. Contoh pencemar sekunder adalah Ozon, formal dehida, danPeroxy
Acyl Nitrate (PAN).
Lima jenis senyawa pencemar yang umum dikaitkan dengan
pencemaran udara adalah :
- Karbonmonoksida (CO)
Karbonmonoksida adalah senyawa yang mempunyai sifat tidak
berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan berupa gas pada temperature diatas
-192 ºC (81 K) serta tidak larut dalam air. Pengaruh gasi ini pada
tumbuh-tumbuhan tidak memiliki makna pada konsentrasi CO dibawah 100 ppm. [Stoker
dan Seager, 1992]
Pengaruh gas ini pada konsentrasi tinggi mengakibatkan
kematian pada manusia. Ppengaruh ini diakibattkan peracunan hemoglobin darah
oleh gas CO dan membentuk ikatan COHb. Hemoglobin adalah wahana pengalihan
oksigen (oxyhemoglobin, O2Hb) dari paru-paru ke sel dan
membawa carboxyhemoglobin dari sel ke paru-paru. Jika uudara mengandung
CO, maka oksigen dan CO akan bersaing dan oksigen akan mengalami kekalahan,
karena laju pengikatan CO pada hemoglobin adalah 200 kali lebih cepat dari pada
laju pengikatan hemoglobin pada O2 atau COHb akan terbentuk lebih
dulu daripada O2Hb. Kehadiran COHb yang makin tinggi akan
mengakibatkan pengaruh yang makin berat pada manusia. Table 2 menyatakan
pengaruh % COHb dalam darah pada manusia.
Table 2. Pengaruh Konsentrasi COHb dalam Darah pada Manusia
|
% COHb dalam darah
|
Pengaruh
|
|
Kurang
dari 1
|
Tidak
ada
|
|
1.0
– 2.0
|
Perilaku
lain
|
|
2.0
– 5.0
|
Pusat syaraf terganggu, kesulitan dalam pembedaan waktu
atau terang dan gelap
|
|
>5.0
|
Gangguan jantung dan paru-paru
|
|
10
– 80
|
Lelah,
pusing, pingsan, comma, kematian
|
Kegiatan manusia yang membebaskan CO ke atmosfer dapat
meningkatkan dua kali konsentrasi CO yang telah ada dalam rentang waktu antara
4-5 tahun. Mekanisme alami untuk menyusutkkan atauu menyisihkan CO dari udara
telah dijadikan pokok bahasan dan sasaran dari berbagai penelitian. Hasil
penelitian ini mencakup antara lain:
a)
Reaksi
penyisihan yang sangat lambat di atmosfer.
b)
Laut yang merupakan sumber gas ini.
c)
Ketidakmampuan
tumbuhan untuk penyisihan gas dari atmosfer.
d)
Penyisihan
yang berlangsung dengan cepat oleh mikroba tanah. [Stoker dan Seager, 1973]
Operasi penyisihan CO dari atmoosfer yang mencakupp “natural
sinks” bergantung pada strain mikroba tanah khusus yang terlibat.
- Nitrogen Oksida (NOx)
Rumus kimiawi NOx digunakan untuk menyatakan
gabungan oksida nitrogen NO (nitric oxide) dan NO2 (nitrogen
dioxide). Meskipun senyawa nitrogen yang lain juga ditemui, tetapi dua
senyawa ini yang terlibat pencemaran udara di daerah urban. Ggas NO adalah gas
yang tidak berwarna, tidak berbau, tetapi gas NO2 berwarna merah
coklat dan berbau yang menyengat dan menyesakkan. Gas NO dibebaskan ke atmosfer
dalam jumlah yang lebih besar daripada NO2. Persamaan reaksii
pebentukan kedua senyawa ini dinyatakan sebagai:
N2
+ O2
→ 2NO [a]
2NO + O2 → 2NO2 [b]
Reaksi [a] berlangsung pada temperature diatas 1210 ºC yang
merupakan temperatur pembakaran bahan bakar dengan udara.
Reaksi yang dapat bersaing adalah reaksi yang mencakup
hidrokarbon yang terbebaskan bersama sama NOx. Antar aksi hidrokarbon
menghasilkan reaksi yang tak seimbangdan pengubahan NO ke NO2 adalah
lebih cepat daripada penguraian NO2 ke NO dan O sehingga penimbunan
ozon berlangsung waktu tinggal NO2 di atmosfir yang didasarkan emisi
global adalah 3 hari. Waktu tinggal ini menunjukkan peristiwa yang alami yang
mencakup pula reaksi foto kimiawi yang menghasilkan penyusutan konsentrasi
oksida ini. Hasil akhir dari proes oksida ini adalah asam nitrat yang akan
mengendap dalam bentuk garam nitrat . pernyataan persamaan reaksi untuk
peristiwa ini adalah:
2NO2 + H2O → HNO3
+ HNO2
3NO2 + H2O → 2HNO3
+ NO
Reaksi – reaksi yang berlangsung ini
kurang bermakna. Jika perhitungan di dasarkan pada konsentrasi NO, NO2,
H2O di daerah urban dan laju reaksi 0,1 pbb per jam. Hasil ini
adalah sangat lambat bila dikaitkan dengan waktu tinggal yang telah dinyatakan.
Suatu mekanisme pembentukan HNO3 di daerah yang
tercemar telah diajukan. Konsentrasi ozon akan berperan pada keadaan yang
memiliki konsentrasi NO2 maximum. Suatu rangkaian persamaan yang
menyatakan pembentukan HNO3 adalah:
O3 + NO2 → NO3
+ O2
NO3 + NO2 → N2O5
N2O5 + H2O → 2HNO3
Hal yang penting dilakukan pembentukan HNO3 dan
NO2 berlangsung dengan cepat diikuti oleh pembentukan partikel yang
mengandung senyawa nitrat pengaruh NOx pada tumbuhan mengakibatkan
kerusakan atau penyakit. Tetapi pengaruh langsung NOx atau pengaruh
senyawa pencemar skunder akibat siklus fotolitik NO2 adalah sulit
ditentukan. Kerusakan akibat NO2 di udara tampak di daerah industry
membebaskan NOx dalam konsentrasi yang tinggi misalnya industry asam
nitrat. Senyawa NO dan NO2 adalah berbahaya bagi kesehatan manusia
dan hewan. Hasil penelitian tentang uji kematian hewan menunjukan bahwa tingkat
peracunan NO2 adalah 4 kali lebih tinggi daripada tingkat peracunan
NO. konsentrasi NO dalam udara ambient dinyatakan tidak berbahaya bagi
kesehatan, tetapi bahaya akan timbul bila NO berubah ke NO2 yang
lebih beracun di atmosfir, NO2 menyerang paru-paru dan pernafasan.
Hasil pengujian dengan hewan menyatakan bahwa konsentrasi NO 100 ppm adalah
konsentrasi yang mematikan bagi hewan.
Bahan juga akan mengalami kerusakan akibat pemaparan pada
atmosfir yang mengandung gas NOx missal pemudaran warna textile. Korosi
regangan pada logam paduan nikel dapat diakibatkan pula oleh senyawa NOx. Pegas
relay telfon dapat dirusak oleh debu senyawa nitrat yang dibentuk oleh hasil
reaksi senyawa NOx di atmosfir.
3.
Sulfur
oxide (SOx)
Sulfur oxide (SOx) mungkin adalah pencemar anthropogenic
yang paling menyebar dan paling banyak dikaji diantara keseluruhan pencemar anthropogenic.
Kelompok oxide ini mencakup enam jenis oxide yang berbeda: sulfur
monoksida, sulfur trioxide, sulfur tetra oxide, sulfur sesquioxida,
sulfur heptoxida. SO2 dan SO3 adalah senyawa sulfur yang
menjadi perhatian dalam kajian tentang pencemaran udara.
SO2 adalah gas yang tak berwarna, tak dapat
terbakar dan tak dapat meledak tetapi berbau yang menyengat. Nilai ambang batas
rasa 784 µg/m3 (0,3 ppm), nilai ambang batas bau 1306 µg/m3 (0,5 ppm). Gas ini
mudah larut dalam air 11,3 g/100 mL air pada 20 ºC dan memiliki bobot molekul
64,06 g/mol serta 2 kali bobot udara. Perkiraan waktu tinggal gas ini dalam
atmosfir berkisar antara 2 – 4 hari dan selama itu akan terbawa sejauh 1000 km.
jadi pencemar SO2 akan menjadi masalah internasional.
Gas SO2 adalah relative
mantap di dalam atmosfir dan dapat berlaku sebagai pelaku reduksi atau oxidasi.
SO2 menghasilkan SO3, H2SO4 atau
garam dari asam sulfat akibat dari reaksi komponen lain secara foto kimia atau
reaksi katalitik di atmosfir. Reaksi – reksi yang berlangsung adalah:
SO2 + H2O → H2SO3
SO3 + H2O → H2SO4
Gas SO2, H2SO4
dan garam sulfat cenderung mengganggu membrane saluran pernafasan dan jadi
pemicu penyakit pernafasan kronis terutama bronchitis. Tumbuhan juga akan
mengalami kerusakan oleh gas SO2 dan asam H2SO4
misal tanaman yang peka pada gas adalah alfafa, kapas dan kedelai serta sayuran
kacang, bayam dan lettuce. Bahan bangunan juga akan mengalami kerusakan
terutama bahan yang mengandung senyawa karbonat missal marmer, kapur, karbonat
akan digantikan oleh sulfat dan akan terlarut oleh air. Gypsum CaSO4
yang terbentuk akan terbasuh oleh air dan meninggalkan permukaan yang berlubang
dan permukaan berubah warna.
4. Hidrokarbon
Uraian hidrokarbon sebagai senyawa pencemar sering dikaitkan
dengan photochemical oxidant. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa
primer pencemar udara dan photochemical oxidant adalah senyawa
sekunder pencemar udara yang dihasilkan reaksi antara senyawa pencemar primer
udara di atmosfir. Senyawa hidrokarbon yang dicakup dalam istilah pencemaran
hidrokarbon adalah senyawa-senyawa yang mengandung unsur C dan H dalam rumus
molekulnya. Senyawa-senyawa ini dapat berada dalam bentuk fasa gas, fasa cair,
atau fasa padat. Senyawa hidrokarbon akan membentuk fasa gas jika kandungan C
di dalamnya adalah lebih kecil dari 5 bahkan kandungan atom C yang lebih banyak
ditemui dalam senyawa hidrokarbon yang berbentuk fasa padat missal aspal dan
batubara. Senyawa hidrokarbon yang dicakup dalam masalah pencemaran udara
adalah senyawa hidrokarbon yang berbentuk fasa gas dan cair yang mudah menguap.
Senyawa-senyawa
ini memiliki jumlah atom C yang kurang dari 12 dan struktur yang sederhana.
Senyawa-senyawa ini dapat berupa senyawa alifatik, aromatic, atau alisiklik.
Hidrokarbon berperan dalam produksi photochemical
oxidant. NO2 juga terlibat dalam proses pembentukan ini. Dua
senyawa pencemar sekunder yang berbahaya adalah ozon dan peroxyacetylnitrate
yang merupakan senyawa tersederhana dari kelompok peroxyacetylnitrate
(PAN). Ozon bukan senyawa turunan hidrokarbon, tetapi konsentrasi
ozon akan meningkat di dalam atmosfir yang merupakan akibat dari reaksi
hidrokarbon.
5.
Partikulat
/debu
Partikulat atau padayan renik dapat
berbentuk cairan atau padatan. Partikulat ini adalah bahan yang tersebar di
udara baik cairan atau padatan yang merupakan agregat individu dengan ukuran
yang lebih besar daripada molekul tunggal tetapi lebih kecil dari 500 µm.
particulat ini dapat dipilah dan dibahas atas dasar warna fisik, kimia, dan
biologic. Watak fisik meliputi ukuran proses
pembentukan, watak pengendapan, dan watak optic. Watak kimia mencakup senyawa
organic atau senyawa anorganik. Watak biologic berkaitan dengan jenis bakteri, spora atau
virus. Ukuran partikulat merupakan watak fisik yang utama.
Partikel dikelompokan atas dasar
pembentukan dalam : debu (dust), asap (smoke), fumes, abu
terbang (fly-ash), kabut (mist), atau spray. Empat jenis
pertama berupa padatan dan dua jenis yang lain adalah cairan. Debu dihasilkan
dari pemecahan massa yang lebih besar missal pemecahan, penggerusan atau peledakan.
Debu juga dihasilkan dari proses atau penanganan bahan misalnya batubara,
semen, padi-padian atau produk samping proses mekanik missal penggergajian
kayu. Ukuran berkisar antara 1-10000 µm dan mudah mengendap akibat gaya
gravitasi.
Asap adalah partikel yang halus akibat
dari pembakaran tak sempurna senyawa organic missal tembakau, kayu atau
batubara. Asap ini terutama disusun oleh karbon dan bahan lain dan berukuran
0,5-1 µm. Fumes adalah partikel yang halus dan merupakan hasil
kondensasi uap bahan padat missal oksida seng, oxide timbale. Fumes ini dapat
dihasilkan dari proses sublimasi, distilasi, kalsinasi,atau pencairan logam.
Ukuran fumes adalah 0,03-0,3 µm.
Abu terbang berasal dari hasil
pembakaran batubara yang berupa partikel tak terbakar yang semula dikandung
oleh batubara. Ukuran abu ini berkisar 1-1000 µm. abu ini berwatak seperti asap
akibat hasil pembakaran dan berwatak pula seperti fumes akibat kandungan bahan
anorganik atau mineral.
Kabut adalah butir cair yang terbentuk
akibat kondensasi uap atau disperse cairan. Ukuran kabut adalah kurang dari 10
µm. jika konsentrasi kabut ini tinggi, maka jarak pandang akan munurun. Spray
merupakan partikel cairan yang dibentuk oleh proses atomisasi cairan awal
missal pestisida dan herbisida. Ukuran partikel berkisar antara 10-1000 µm.
2.3 Dampak Pencemaran Udara Terhadap
Lingkungan
Alam dan kegiatan manusia serta industri membebaskan senyawa
kimia ke lingkungan udara. Jika senyawa itu adalah asing untuk komposisi udara
atau konsentrasi suatu jenis senyawa itu melebihi nilai ambang batas (TLV: threshold
limit value), maka udara itu mengalami pencemaran. Pencemaran udara adalah
peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan atau energy ke dalam
lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia, sehingga temperature dan
udara tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik atau nilai
linggkungan udara itu menurun.
ü Dampak lingkungan akibat pencemaran
udara dapat diamati pada:
· Lingkungan fisik, dan
· Lingkungan kesehatan.
Dampak lingkungan fisik diakibatkan oleh padatan renik atau
debu, gas-gas karbonmonoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida dan sulfur oksida.
Dampak ini dapat mengakibatkan dampak lanjutan pada lingkungan kesehatan, yang
terlihat pada:
· Penurunan jarak pandang dan radiasi
matahari,
· Kenyamanan yang berkurang,
· Kerusakan tanaman,
· Percepatan
kerusakan bahan konstruksi dan sifat tanah, dan
· Peningkatan laju kematian atau jenis
penyakit.
Ross [1972] menyatakan bahwa pencemaran udara yang merupakan
akibat dari kegiatan manusia dibangkitkan oleh enam sumber utama:
◊
Pengankutan
◊
Kegiatan
rumah tangga
◊
Pembangkitan
daya yang menggunakan bahan bakar minyak atau batubara
◊
Pembakaran
sampah
◊
Pembakaran
sisa pertanian dan kebakaran hutan
◊
Pembakaran
bahan bakar dan emisi proses.
Industri memberikan bagian yang relative kecil pada
pencemaran atmosferik jika dibandingkan dengan pengangkutan. Meskipun industri
dalam kenyataan memberikan bagian yang kecil dalam emisi senyawa pencemar,
tetapi suumber ini mudah diamati, karena industry meruppakan sumber pencemaran
tiitik (point source of pollution). Bagian paling besar yang dibebaskan
oleh industri adalah padatan renik atau debu. Debu ini memberikan dampak
negative bagi lingkungan biotic dan fisik.
Meskipun industri memberikan sumbangan pada pencemaran
atmosferik yang relative rendah, namun industry harus dan wajib melakukan
penanggulangan pencemaran. Pengendalian pencemaran ini akan mengakibatkan
tingkat:
◊
Kesehatan
masyarakat lebih baik
◊
Kenyamanan
hidup yang lebih tinggi
◊
Resiko
lebih rendah
◊
Kerusakan
meteri yang rendah
◊
Kerusakan lingkungan lebih rendah atau menurun.
Kendala yang harus dipertimbangkan adalah watak pencemaran
itu sendiri. Watak ini tergantung:
v Jenis dan
konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan,
v Kondisi geografik, dan
v Kondisi meteorologik.
Upaya pengendalian pencemaran udara oleh industri yang
pertama kali adalah penanggulangan emisi debu, sedangkan penanggulangan emisi
senyawa pencemar fasa gas sering diusahakan pada tingkat akhir. Maslah ini
lebih menonjol, karena indutriawan lebih mudah memahami masalah debu yang
tampak dibandingkan dengan masalah senyawa pencemar yang tidak tampak.
Perancang pabrik selalu berkeinginan agar kedua masalah itu dapat
dipertimbangkan sejak awal rancangan, karena penambahan unit yang khusus
digunakan untuk penghilangan senyawa pencemar fasa gas akan memerlukan biaya
yang relative lebih tinggi, jika penambahan unit dilakukan pada waktu pabrik
telah beroperasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar