alfan clock

Sabtu, 03 Mei 2014

Pencemaran Udara





BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Udara
Udara tersusun atas komponen-komponen gas utama nitrogen (N2), oksigen (O2), dan beberapa gas mulia serta jenis gas hasil kegiatan biologic dan kegiatan alami gunung berapi. Jadi, udara alami tidak pernaha dalam keadaan murni. Atmosfer dalam kenyataan merupakan system dinamik disamping watak nyata yang tidak berubah-rubah karena selalu saling bertukar alih dengan gas pembentuk udara secara berkesinambungan dari tumbuh-tumbuhan, kelautan dan makhluk hidup lainnya. Siklus gas dalam atmosfer mencakup berbagai proses fisik dan proses kimiawi. Berbagai jenis gas dihasilkan dari proses kimiawi di dalam atmosfer itu sendiri, proses biologic, kegiatan gunung berapi, peluruhan senyawa radioaktif dan kegiatan industry. Gas-gas ini juga disisihkan dari atmosfer oleh berbagai proses kimiawi, proses biologic dan proses fisik seperti pembentukan partikel, pengendapan dan penyerapan oleh air laut dan kulit bumi. Waktu tinggal suatu jenis molekul gas yang memasuki atmosfer berada dalam rentang hitungan jam hingga jutaan tahun yang bergantung pada jenis gas tersebut.
Sebagian jenis gas dapat dipandang sebagai pencemar udara (terutama jika konsentrasi gas itu melebihi dari tingkat konsentrasi latar normal) baik gas yang berasal dari sumber alami atau sumber yang berasal dari kegiatan manusia (anthropologic sources). Table 1 menyatakan konsentrasi gas di dalam atmosfer yang bersih dan kering pada permukaan tanah.
Table 1. Konsentrasi gas di dalam atmosfer bersih dan kering
Jenis Gas
Rumus Kimia
Konsentrasi
(ppm volum)
Konsentrasi (% volum)
Nitrogen
N2
780900
78.09
Oksigen
O2
209500
20.95
Argon
Ar
9300
0.93
Karbondioksida
CO2
320
0.032
Neon
Ne
18
0.0018
Helium
He
5.2
0.00052
Metan
CH4
1.5
0.00015
Krypton
Kr
1.0
0.0001
Hydrogen
H2
0.5
0.00005
Dinitrogen oksida
N2O
0.2
0.00002
Karbonmonoksida
CO
0.1
0.00001
Xenon
Xe
0.08
0.000008
Ozon
O3
0.02
0.000002
Ammonia
NH3
0.006
0.0000006
Nitrogen dioksida
NO2
0.001
0.0000001
Sulfur dioksida
SO2
0.0002
0.00000002
Hydrogen sulfida
H2S
0.0002
0.00000002
[Peave et al, 1986: 423]
Lapisan udara yang menjadi perhatian utama dalam kaitan dengan pencemaran adalah troposfer. Pada lapisan inilah terjadi peristiwa hujan asam. Hujan asam ini diakibatkan oleh reaksi dari gas SOx dan NOx dengan H2O di dalam atmosfer serta sinar matahari yang menghasilkan asam kuat seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (H2NO3). Asam ini dapat merusak/mematikan tumbuhan, hewan bahkan manusia serta mmerusak bangunan. [Peave et al, 1986]
2.2  Pencemaran Udara Dan Jenisnya
Pencemaran Udara adalah kondisi udara yang tercemar dengan adanya bahan, zat-zat asing atau komponen lain di udara yang menyebabkan berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran udara mempengaruhi sistem kehidupan makhluk hidup seperti gangguan kesehatan, ekosistem yang berkaitan dengan manusia
v Jenis-jenis pencemaran udara
ü Jenis pencemaran udara berdasarkan bentuknya :
a)      Pencemaran udara berbentuk gas yang dapat dibedakan menjadi :
·      Golongan belerang terdiri dari Sulfur Dioksida (SO2), Hidrogen Sulfida (H2S) dan  Sulfat Aerosol.
·      Golongan Nitrogen terdiri dari Nitrogen Oksida (N2O), Nitrogen Monoksida (NO), Amoniak(NH3) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
·      Golongan Karbon terdiri dari Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO),  Hidrokarbon .
·      Golongan gas yang berbahaya terdiri dari Benzen, Vinyl Klorida, air raksa uap.
b)      Pencemaran udara berbentuk partikel yang dapat dibedakan menjadi :
·      Mineral (anorganik) dapat berupa racun seperti air raksa dan timah.
·      Bahan organik terdiri dari ikatan hidrokarbon, klorinasi alkan, Benzen.
·      Makhluk hidup terdiri dari bakteri, virus, telur cacing.
ü Jenis Pencemaran udara berdasarkan tempat dan sumbernya :
a)    Pencemaran udara bebas (Out door air pollution),yang bersumber dari :
Sumber Pencemaran udara bebas :
·      Alamiah, berasal dari letusan gunung berapi, pembusukan, dll.
·      Kegiatan manusia, misalnya berasal dari kegiatan industri, rumah tangga, asap kendaraan, dll.
b)   Pencemaran udara ruangan (In door air pollution), berupa pencemaran udara didalam ru-a-ngan yang berasal dari pemukiman, perkantoran ataupun gedung tinggi.
ü Jenis Pencemaran udara berdasarkan pengaruhnya terhadap gangguan kesehatan :
a)    Irintasia
Biasanya polutan ini bersifat korosif. Merangsang proses peradangan hanya pada saluran pernapasan bagian atas, yaitu saluran pernapasan mulai dari hidung hingga tenggorokkan. Misalnya Sulfur Dioksida, Sulfur Trioksida, Amoniak, debu. Iritasi terjadi pada saluran pernapasan bagian atas dan juga dapat mengenai paru-paru sendiri.
b)    Asfiksia
Disebabkan oleh ber-kurangnya kemampuan tubuh dalam menangkap oksigen atau mengakibatkan kadar O2 menjadi berkurang. Keracunan gas Karbon Monoksida mengakibatkan CO akan mengikat hemoglobin sehingga kemampuan hemoglobin                 mengikat Oberkurang terjadilah Asfiksia. Yang termasuk golongan ini adalah gas Nitrogen, Oksida, Metan, Gas Hidrogen dan Helium.
c)    Anestesia
Bersifat menekan susunan syaraf pusat sehingga kehilangan kesadaran, misalnya aeter, aetilene, propane dan alkohol alifatis.
d)   Toksis
Titik tangkap terjadinya berbagai jenis, yaitu :
·       Menimbulkan gangguan pada sistem pembuatan darah, mi-salnya benzene, fenol, toluen danxylene.
·       Keracunan terhadap susunan syaraf, misalnya  karbon disulfid, metil alkohol.
ü Jenis Pencemaran udara berdasarkan asalnya :
a)   Pencemar primer  
Polutan yang bentuk dan komposisinya sama dengan ketika dipancarkanlazim disebut sebagai pencemar primer, antara lain CO, CO2hidrokarbon, SO, Nitrogen OksidaOzon serta berbagai partikel.
b)   Pencemar Sekunder  
Berbagai bahan pencemar kadangkala bereaksi satu sama lain menghasilkan jenis pencemar baru, yang justru lebih membahayakan kehidupan. Reaksi ini dapat terjadi secara otomatis ataupun dengan cara bantuan katalisator, seperti sinar matahari. Pencemar hasil reaksi disebut sebagai pencemar sekunder. Contoh pencemar sekunder adalah Ozon, formal dehida, danPeroxy Acyl Nitrate (PAN).
Lima jenis senyawa pencemar yang umum dikaitkan dengan pencemaran udara adalah :
  1. Karbonmonoksida (CO)
Karbonmonoksida adalah senyawa yang mempunyai sifat tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan berupa gas pada temperature diatas -192 ºC (81 K) serta tidak larut dalam air. Pengaruh gasi ini pada tumbuh-tumbuhan tidak memiliki makna pada konsentrasi CO dibawah 100 ppm. [Stoker dan Seager, 1992]
Pengaruh gas ini pada konsentrasi tinggi mengakibatkan kematian pada manusia. Ppengaruh ini diakibattkan peracunan hemoglobin darah oleh gas CO dan membentuk ikatan COHb. Hemoglobin adalah wahana pengalihan oksigen (oxyhemoglobin, O2Hb) dari paru-paru ke sel dan membawa carboxyhemoglobin dari sel ke paru-paru. Jika uudara mengandung CO, maka oksigen dan CO akan bersaing dan oksigen akan mengalami kekalahan, karena laju pengikatan CO pada hemoglobin adalah 200 kali lebih cepat dari pada laju pengikatan hemoglobin pada O2 atau COHb akan terbentuk lebih dulu daripada O2Hb. Kehadiran COHb yang makin tinggi akan mengakibatkan pengaruh yang makin berat pada manusia. Table 2 menyatakan pengaruh % COHb dalam darah pada manusia.
Table 2. Pengaruh Konsentrasi COHb dalam Darah pada Manusia

% COHb dalam darah
Pengaruh
Kurang dari 1
Tidak ada
1.0 – 2.0
Perilaku lain
2.0 – 5.0
Pusat syaraf terganggu, kesulitan dalam pembedaan waktu atau terang dan gelap
>5.0
Gangguan jantung dan paru-paru
10 – 80
Lelah, pusing, pingsan, comma, kematian
Kegiatan manusia yang membebaskan CO ke atmosfer dapat meningkatkan dua kali konsentrasi CO yang telah ada dalam rentang waktu antara 4-5 tahun. Mekanisme alami untuk menyusutkkan atauu menyisihkan CO dari udara telah dijadikan pokok bahasan dan sasaran dari berbagai penelitian. Hasil penelitian ini mencakup antara lain:
a)         Reaksi penyisihan yang sangat lambat di atmosfer.
b)        Laut yang merupakan sumber gas ini.
c)         Ketidakmampuan tumbuhan untuk penyisihan gas dari atmosfer.
d)        Penyisihan yang berlangsung dengan cepat oleh mikroba tanah. [Stoker dan Seager, 1973]
Operasi penyisihan CO dari atmoosfer yang mencakupp “natural sinks” bergantung pada strain mikroba tanah khusus yang terlibat.
  1. Nitrogen Oksida (NOx)
Rumus kimiawi NOx digunakan untuk menyatakan gabungan oksida nitrogen NO (nitric oxide) dan NO2 (nitrogen dioxide). Meskipun senyawa nitrogen yang lain juga ditemui, tetapi dua senyawa ini yang terlibat pencemaran udara di daerah urban. Ggas NO adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tetapi gas NO2 berwarna merah coklat dan berbau yang menyengat dan menyesakkan. Gas NO dibebaskan ke atmosfer dalam jumlah yang lebih besar daripada NO2. Persamaan reaksii pebentukan kedua senyawa ini dinyatakan sebagai:
N2 +    O2 →    2NO    [a]

2NO    +    O2 →    2NO2 [b]
Reaksi [a] berlangsung pada temperature diatas 1210 ºC yang merupakan temperatur pembakaran bahan bakar dengan udara.
Reaksi yang dapat bersaing adalah reaksi yang mencakup hidrokarbon yang terbebaskan bersama sama NOx. Antar aksi hidrokarbon menghasilkan reaksi yang tak seimbangdan pengubahan NO ke NO2 adalah lebih cepat daripada penguraian NO2 ke NO dan O sehingga penimbunan ozon berlangsung waktu tinggal NO2 di atmosfir yang didasarkan emisi global adalah 3 hari. Waktu tinggal ini menunjukkan peristiwa yang alami yang mencakup pula reaksi foto kimiawi yang menghasilkan penyusutan konsentrasi oksida ini. Hasil akhir dari proes oksida ini adalah asam nitrat yang akan mengendap dalam bentuk garam nitrat . pernyataan persamaan reaksi untuk peristiwa ini adalah:
2NO2 + H2O    →    HNO3 + HNO2
3NO2 + H2O    →    2HNO3 + NO
Reaksi – reaksi yang berlangsung ini kurang bermakna. Jika perhitungan di dasarkan pada konsentrasi NO, NO2, H2O di daerah urban dan laju reaksi 0,1 pbb per jam. Hasil ini adalah sangat lambat bila dikaitkan dengan waktu tinggal yang telah dinyatakan.
Suatu mekanisme pembentukan HNO3 di daerah yang tercemar telah diajukan. Konsentrasi ozon akan berperan pada keadaan yang memiliki konsentrasi NO2 maximum. Suatu rangkaian persamaan yang menyatakan pembentukan HNO3 adalah:
O3 + NO2 →    NO3 + O2
NO3 + NO2 →    N2O5
N2O5 + H2O    →    2HNO3
Hal yang penting dilakukan pembentukan HNO3 dan NO2 berlangsung dengan cepat diikuti oleh pembentukan partikel yang mengandung senyawa nitrat pengaruh NOx pada tumbuhan mengakibatkan kerusakan atau penyakit. Tetapi pengaruh langsung NOx atau pengaruh senyawa pencemar skunder akibat siklus fotolitik NO2 adalah sulit ditentukan. Kerusakan akibat NO2 di udara tampak di daerah industry membebaskan NOx dalam konsentrasi yang tinggi misalnya industry asam nitrat. Senyawa NO dan NO2 adalah berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan. Hasil penelitian tentang uji kematian hewan menunjukan bahwa tingkat peracunan NO2 adalah 4 kali lebih tinggi daripada tingkat peracunan NO. konsentrasi NO dalam udara ambient dinyatakan tidak berbahaya bagi kesehatan, tetapi bahaya akan timbul bila NO berubah ke NO2 yang lebih beracun di atmosfir, NO2 menyerang paru-paru dan pernafasan. Hasil pengujian dengan hewan menyatakan bahwa konsentrasi NO 100 ppm adalah konsentrasi yang mematikan bagi hewan.
Bahan juga akan mengalami kerusakan akibat pemaparan pada atmosfir yang mengandung gas NOx missal pemudaran warna textile. Korosi regangan pada logam paduan nikel dapat diakibatkan pula oleh senyawa NOx. Pegas relay telfon dapat dirusak oleh debu senyawa nitrat yang dibentuk oleh hasil reaksi senyawa NOx di atmosfir.
3.      Sulfur oxide (SOx)
Sulfur oxide (SOx) mungkin adalah pencemar anthropogenic yang paling menyebar dan paling banyak dikaji diantara keseluruhan pencemar anthropogenic. Kelompok oxide ini mencakup enam jenis oxide yang berbeda: sulfur monoksida, sulfur trioxide, sulfur tetra oxide, sulfur sesquioxida, sulfur heptoxida. SO2 dan SO3 adalah senyawa sulfur yang menjadi perhatian dalam kajian tentang pencemaran udara.
SO2 adalah gas yang tak berwarna, tak dapat terbakar dan tak dapat meledak tetapi berbau yang menyengat. Nilai ambang batas rasa 784 µg/m3 (0,3 ppm), nilai ambang batas bau 1306 µg/m3 (0,5 ppm). Gas ini mudah larut dalam air 11,3 g/100 mL air pada 20 ºC dan memiliki bobot molekul 64,06 g/mol serta 2 kali bobot udara. Perkiraan waktu tinggal gas ini dalam atmosfir berkisar antara 2 – 4 hari dan selama itu akan terbawa sejauh 1000 km. jadi pencemar SO2 akan menjadi masalah internasional.
Gas SO2 adalah relative mantap di dalam atmosfir dan dapat berlaku sebagai pelaku reduksi atau oxidasi. SO2 menghasilkan SO3, H2SO4 atau garam dari asam sulfat akibat dari reaksi komponen lain secara foto kimia atau reaksi katalitik di atmosfir. Reaksi – reksi yang berlangsung adalah:
SO2 + H2O    →    H2SO3
SO3 + H2O    →    H2SO4
Gas SO2, H2SO4 dan garam sulfat cenderung mengganggu membrane saluran pernafasan dan jadi pemicu penyakit pernafasan kronis terutama bronchitis. Tumbuhan juga akan mengalami kerusakan oleh gas SO2 dan asam H2SO4 misal tanaman yang peka pada gas adalah alfafa, kapas dan kedelai serta sayuran kacang, bayam dan lettuce. Bahan bangunan juga akan mengalami kerusakan terutama bahan yang mengandung senyawa karbonat missal marmer, kapur, karbonat akan digantikan oleh sulfat dan akan terlarut oleh air. Gypsum CaSO4 yang terbentuk akan terbasuh oleh air dan meninggalkan permukaan yang berlubang dan permukaan berubah warna.
4.      Hidrokarbon
Uraian hidrokarbon sebagai senyawa pencemar sering dikaitkan dengan photochemical oxidant. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa primer pencemar udara dan photochemical oxidant adalah senyawa sekunder pencemar udara yang dihasilkan reaksi antara senyawa pencemar primer udara di atmosfir. Senyawa hidrokarbon yang dicakup dalam istilah pencemaran hidrokarbon adalah senyawa-senyawa yang mengandung unsur C dan H dalam rumus molekulnya. Senyawa-senyawa ini dapat berada dalam bentuk fasa gas, fasa cair, atau fasa padat. Senyawa hidrokarbon akan membentuk fasa gas jika kandungan C di dalamnya adalah lebih kecil dari 5 bahkan kandungan atom C yang lebih banyak ditemui dalam senyawa hidrokarbon yang berbentuk fasa padat missal aspal dan batubara. Senyawa hidrokarbon yang dicakup dalam masalah pencemaran udara adalah senyawa hidrokarbon yang berbentuk fasa gas dan cair yang mudah menguap. Senyawa-senyawa ini memiliki jumlah atom C yang kurang dari 12 dan struktur yang sederhana. Senyawa-senyawa ini dapat berupa senyawa alifatik, aromatic, atau alisiklik.
Hidrokarbon berperan dalam produksi photochemical oxidant. NO2 juga terlibat dalam proses pembentukan ini. Dua senyawa pencemar sekunder yang berbahaya adalah ozon dan peroxyacetylnitrate yang merupakan senyawa tersederhana dari kelompok peroxyacetylnitrate (PAN). Ozon bukan senyawa turunan hidrokarbon, tetapi konsentrasi ozon akan meningkat di dalam atmosfir yang merupakan akibat dari reaksi hidrokarbon.
5.      Partikulat /debu
Partikulat atau padayan renik dapat berbentuk cairan atau padatan. Partikulat ini adalah bahan yang tersebar di udara baik cairan atau padatan yang merupakan agregat individu dengan ukuran yang lebih besar daripada molekul tunggal tetapi lebih kecil dari 500 µm. particulat ini dapat dipilah dan dibahas atas dasar warna fisik, kimia, dan biologic. Watak fisik meliputi ukuran proses pembentukan, watak pengendapan, dan watak optic. Watak kimia mencakup senyawa organic atau senyawa anorganik. Watak biologic berkaitan dengan jenis bakteri, spora atau virus. Ukuran partikulat merupakan watak fisik yang utama.
Partikel dikelompokan atas dasar pembentukan dalam : debu (dust), asap (smoke), fumes, abu terbang (fly-ash), kabut (mist), atau spray. Empat jenis pertama berupa padatan dan dua jenis yang lain adalah cairan. Debu dihasilkan dari pemecahan massa yang lebih besar missal pemecahan, penggerusan atau peledakan. Debu juga dihasilkan dari proses atau penanganan bahan misalnya batubara, semen, padi-padian atau produk samping proses mekanik missal penggergajian kayu. Ukuran berkisar antara 1-10000 µm dan mudah mengendap akibat gaya gravitasi.
Asap adalah partikel yang halus akibat dari pembakaran tak sempurna senyawa organic missal tembakau, kayu atau batubara. Asap ini terutama disusun oleh karbon dan bahan lain dan berukuran 0,5-1 µm. Fumes adalah partikel yang halus dan merupakan hasil kondensasi uap bahan padat missal oksida seng, oxide timbale. Fumes ini dapat dihasilkan dari proses sublimasi, distilasi, kalsinasi,atau pencairan logam. Ukuran fumes adalah 0,03-0,3 µm.
Abu terbang berasal dari hasil pembakaran batubara yang berupa partikel tak terbakar yang semula dikandung oleh batubara. Ukuran abu ini berkisar 1-1000 µm. abu ini berwatak seperti asap akibat hasil pembakaran dan berwatak pula seperti fumes akibat kandungan bahan anorganik atau mineral.
Kabut adalah butir cair yang terbentuk akibat kondensasi uap atau disperse cairan. Ukuran kabut adalah kurang dari 10 µm. jika konsentrasi kabut ini tinggi, maka jarak pandang akan munurun. Spray merupakan partikel cairan yang dibentuk oleh proses atomisasi cairan awal missal pestisida dan herbisida. Ukuran partikel berkisar antara 10-1000 µm.
2.3  Dampak Pencemaran Udara Terhadap Lingkungan
Alam dan kegiatan manusia serta industri membebaskan senyawa kimia ke lingkungan udara. Jika senyawa itu adalah asing untuk komposisi udara atau konsentrasi suatu jenis senyawa itu melebihi nilai ambang batas (TLV: threshold limit value), maka udara itu mengalami pencemaran. Pencemaran udara adalah peristiwa pemasukan dan/atau penambahan senyawa, bahan atau energy ke dalam lingkungan udara akibat kegiatan alam dan manusia, sehingga temperature dan udara tidak sesuai lagi untuk tujuan pemanfaatan yang paling baik atau nilai linggkungan udara itu menurun.
ü  Dampak lingkungan akibat pencemaran udara dapat diamati pada:
·      Lingkungan fisik, dan
·      Lingkungan kesehatan.
Dampak lingkungan fisik diakibatkan oleh padatan renik atau debu, gas-gas karbonmonoksida, hidrokarbon, nitrogen oksida dan sulfur oksida. Dampak ini dapat mengakibatkan dampak lanjutan pada lingkungan kesehatan, yang terlihat pada:
·      Penurunan jarak pandang dan radiasi matahari,
·      Kenyamanan yang berkurang,
·      Kerusakan tanaman,
·      Percepatan kerusakan bahan konstruksi dan sifat tanah, dan
·      Peningkatan laju kematian atau jenis penyakit.
Ross [1972] menyatakan bahwa pencemaran udara yang merupakan akibat dari kegiatan manusia dibangkitkan oleh enam sumber utama:
   Pengankutan
   Kegiatan rumah tangga
   Pembangkitan daya yang menggunakan bahan bakar minyak atau batubara
   Pembakaran sampah
   Pembakaran sisa pertanian dan kebakaran hutan
   Pembakaran bahan bakar dan emisi proses.
Industri memberikan bagian yang relative kecil pada pencemaran atmosferik jika dibandingkan dengan pengangkutan. Meskipun industri dalam kenyataan memberikan bagian yang kecil dalam emisi senyawa pencemar, tetapi suumber ini mudah diamati, karena industry meruppakan sumber pencemaran tiitik (point source of pollution). Bagian paling besar yang dibebaskan oleh industri adalah padatan renik atau debu. Debu ini memberikan dampak negative bagi lingkungan biotic dan fisik.
Meskipun industri memberikan sumbangan pada pencemaran atmosferik yang relative rendah, namun industry harus dan wajib melakukan penanggulangan pencemaran. Pengendalian pencemaran ini akan mengakibatkan tingkat:
   Kesehatan masyarakat lebih baik
   Kenyamanan hidup yang lebih tinggi
   Resiko lebih rendah
   Kerusakan meteri yang rendah
   Kerusakan lingkungan lebih rendah atau menurun.
Kendala yang harus dipertimbangkan adalah watak pencemaran itu sendiri. Watak ini tergantung:
v  Jenis dan konsentrasi senyawa yang dibebaskan ke lingkungan,
v  Kondisi geografik, dan
v  Kondisi meteorologik.
Upaya pengendalian pencemaran udara oleh industri yang pertama kali adalah penanggulangan emisi debu, sedangkan penanggulangan emisi senyawa pencemar fasa gas sering diusahakan pada tingkat akhir. Maslah ini lebih menonjol, karena indutriawan lebih mudah memahami masalah debu yang tampak dibandingkan dengan masalah senyawa pencemar yang tidak tampak. Perancang pabrik selalu berkeinginan agar kedua masalah itu dapat dipertimbangkan sejak awal rancangan, karena penambahan unit yang khusus digunakan untuk penghilangan senyawa pencemar fasa gas akan memerlukan biaya yang relative lebih tinggi, jika penambahan unit dilakukan pada waktu pabrik telah beroperasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar