![]() |
Diagram Blok Sistem Kontrol
Ada dua bentuk umum sistem kontrol
yaitu :
- Sistem Kontrol Lingkar-terbuka (Open-Loop Control System).
- Sistem Kontrol Lingkar-tertutup (Closed-Loop Control System) atau sistem kontrol dengan umpan balik (Feedback Control System).
Sistem kontrol yang pertama sering
disebut pengaturan secara manual, sedangkan yang kedua disebut kontrol
otomatis. Seperti diperlihatkan pada gambar 12.2, untuk memudahkan melihat
proses pengaturan yang berlangsung dalam sistem kontrol, dibuat diagram blok
yang menggambarkan aliran informasi dan komponen yang terlibat dalam sistem
kontrol tersebut. Gambar kotak mewakili tiap komponen dalam sistem kontrol,
sedangkan aliran informasi diperlihatkan dengan garis dengan tanda anak panah
di salah satu ujungnya yang menandakan arah informasi atau data dalam proses
pengaturan tersebut. Diagram blok sistem kontrol lingkar terbuka (SKL-buka)
diperlihatkan dalam gambar 12.4.
Gambar 12.4 Diagram blok sistem kontrol
open-loop
Gambar 12.5 Diagram blok sistem
kontrol closed-loop
Dalam sistem kontrol lingkar
tertutup, nilai keluaran berpengaruh langsung terhadap aksi pengaturan. Sinyal
selisih (error) yaitu perbedaan antara masukan acuan dan sinyal umpan balik
diberikan kepada kontroler sedemikian sehingga dalam prosesnya memperkecil
selisih dan menghasilkan keluaran sistem pada harga atau kondisi yang
diinginkan.
Sistem kontrol lingkar tertutup
dalam kenyataannya selalu merujuk kepada sistem yang menggunakan umpan balik
untuk mengurangi error sistem. Sistem kontrol lingkar-terbuka adalah sistem
yang keluarannya tidakberpengaruh terhadap aksi pengaturan. Dengan kata lain,
dalam sistem ini keluarannya tidak diukur ataupun diumpanbalikkan untuk
dibandingkan dengan masukan.
Contoh praktis sistem ini adalah
mesin cuci. Perendaman,
pencucian, dan penyabunan dalam mesin cuci beroperasi berdasarkan waktu yang ditentukan oleh pengguna. Mesin tidak mengukur kondisi sinyal keluaran berupa kebersihan pakaian. Dalam sistem tersebut, keluaran tidak dibandingkan dengan masukan acuan, sehingga masukan acuan berhubungan dengan kondisi operasi (operating condition) yang tetap. Akibatnya ketelitian sistem sangat bergantung kepada kalibrasi. Dalam hal adanya gangguan, sistem kontrol lingkar-terbuka tidak akan menunjukkan hasil yang diharapkan.
pencucian, dan penyabunan dalam mesin cuci beroperasi berdasarkan waktu yang ditentukan oleh pengguna. Mesin tidak mengukur kondisi sinyal keluaran berupa kebersihan pakaian. Dalam sistem tersebut, keluaran tidak dibandingkan dengan masukan acuan, sehingga masukan acuan berhubungan dengan kondisi operasi (operating condition) yang tetap. Akibatnya ketelitian sistem sangat bergantung kepada kalibrasi. Dalam hal adanya gangguan, sistem kontrol lingkar-terbuka tidak akan menunjukkan hasil yang diharapkan.
Sistem kontrol ini dapat digunakan
dalam praktek hanya jika hubungan antara masukan dan keluaran diketahui dan
tidak ada gangguan. Keuntungan dari sistem kontrol lingkar-tertutup terlihat
dari penggunaan umpan balik yang membuat respon sistem tidak terlalu peka (sensitif)
terhadap gangguan luar ataupun perubahan nilai-nilai komponen dalam sistem. Hal
tersebut memungkinkan penggunaan komponen yang tidak akurat dan murah untuk
mewujudkan pengendalian yang akurat untuk suatu plant. Dari sisi kestabilan,
sistem kontrol lingkar-terbuka relatif lebih mudah dibuat karena kestabilan
sistem bukan masalah utama. Di lain pihak, kestabilan menjadi masalah besar
dalam sistem kontrol lingkar-tertutup karena penanganan error yang berlebihan
bisa menyebabkan osilasi.
Sistem kontrol ini bermanfaat
apabila ada gangguan yang bersifat sukar ditentukan atau diramalkan, tetapi
biasanya sistem kontrol lingkar tertutup juga memerlukan daya dan biaya yang
relatif lebih besar dibandingkan dengan sistem kontrol lingkar-terbuka yang
bersesuaian. Dewasa ini dengan kemajuan teknologi dalam bidang elektronika dan
komputer, hampir seluruh sistem dikendalikan secara elektronis dan
terkomputerisasi. Peran manusia menjadi hanya sebagai operator. Dalam
merealisasikan sistem yang dikendalikan dengan komputer maka penambahan
komponen pengubah dari sinyal analog ke digital dan sebaliknya mutlak
diperlukan untuk menjamin keberlangsungan proses dalam sistem tersebut
Contoh 1: Pemanasan air
Perhatikan diagram skematik sistem pemanasan air pada gambar 12.6.
Perhatikan diagram skematik sistem pemanasan air pada gambar 12.6.
![]() |
Gambar 12.6 Sistem Pemanasan Air
Skema tersebut memperlihatkan sistem
pengaturan yang bertujuan untuk memperoleh air panas dengan suhu tertentu. Air
yang akan dipanaskan disimpan dalam tangki air (PLANT). Mekanisme pemanasan air
dilakukan dengan mengalirkan uap panas ke dalam saluran uap panas yang
selanjutnya
uap panas ini akan memanaskan air dingin yang masuk ke dalam tangki. Seorang operator (KONTROLER) bertugas untuk mengatur aksi buka tutup katup (AKTUATOR) pada saluran uap panas.
uap panas ini akan memanaskan air dingin yang masuk ke dalam tangki. Seorang operator (KONTROLER) bertugas untuk mengatur aksi buka tutup katup (AKTUATOR) pada saluran uap panas.
Algoritma kontrolnya adalah apabila suhu air panas kurang dari yang diinginkan maka buka katup saluran uap, sebaliknya jika suhu air panas lebih dari yang diinginkan maka tutup katup saluran uap. Sebuah termometer (SENSOR) digunakan untuk mendeteksi besar suhu air panas yang dihasilkan. Sistem kontrol tersebut dapat gambar 12.7 melalui diagram blok berikut
Gambar 12.7 Diagram blok sistem pemanasan air
Meskipun ada sensor berupa
termometer pada sistem ini, kita tidak dapat mengatakan sistem ini sebagai
SKL-tutup, karena data suhu tidak diproses langsung oleh sistem tetapi diproses
melalui operator. Dengan kata lain, intervensi operator menyebabkan berlangsungnya
proses dalam sistem. Apabila diinginkan menjadi sistem kontrol lingkar
tertutup, maka fungsi operator harus diambil alih oleh peralatan elektronika
pemroses keputusan (misalnya komputer atau mikrokontroler) serta rangkaian
penggerak (driver) pemutar buka tutup katup. Selain itu sensor elektronis juga
menjadi kebutuhan untuk menjamin tersedianya informasi keluaran yang
terus-menerus. Bentuk diagram blok sistem kontrol lingkar tertutup untuk sistem
pemanasan air ini diperlihatkan pada gambar 12.8
![]() |
Gambar 12.8 Diagram
blok sistem pemanasan air secara otomatis
Contoh 2. Pengaturan tinggi permukaan air
Gambar 12.9 secara skematik memperlihatkan pengaturan tinggi permukaan air. Dalam sistem ini, yang ingin diatur adalah tinggi permukaan air dalam tangki (PLANT). Seorang operator (KONTROLER) bertugas membuka tutup kran air (AKTUATOR) untuk menjaga tinggi permukaan air yang tetap. Algoritma kontrolnya adalah buka kran air apabila tinggi permukaan air turun dan tutup kran air apabila tinggi permukaan air lebih dari yang diinginkan.
Gambar 12.9 Pengaturan tinggi
permukaan air
Disini yang berfungsi sebagai sensor
adalah mata sang operator yang selalu melihat tinggi permukaan air. Diagram
blok sistem kontrol lingkar terbuka untuk sistem ini dapat digambarkan dalam
bentuk berikut
Gambar 12.10 diagram blok pengaturan tinggi air
Contoh 3. Mobile Robot
Mobile robot secara sederhana
didefinisikan sebagai robot yang bergerak sendiri mengikuti jalur (path) yang
diinginkan untuk menghindari rintangan. Prototipenya diperlihatkan dalam gambar
12.11.
Gambar 12.11 Prototipe mobile robot
Prototipe mobile robot tersebut
dilengkapi dengan sensor ultrasonik untuk mendeteksi jarak dirinya ke
penghalang di depan, samping kiri, dan kanannya. Selain itu, mikrokontroler
digunakan sebagai pengaturnya, dan motor stepper difungsikan untuk menggerakkan
rodanya. Cara kerjanya adalah sebagai berikut. Robot berjalan dalam arah lurus
ke depan, jika sensor depan mendeteksi adanya penghalang, maka sensor samping
(kiri dan kanan) akan mendeteksi ada atau tidak penghalang. Jika di kiri tidak
ada penghalang, maka robot berbelok ke kiri, sebaliknya jika penghalangnya di
kiri, maka dia berbelok ke kanan.
Sedangkan jika penghalang juga berada di kiri dan kanan,
makarobot bergerak mundur. Diagram blok sederhana untuk menggambarkan sistem tersebut diperlihatkan pada gambar 12.12.
Gambar 12.12 kontrol otomatis pada mobile robot









Tidak ada komentar:
Posting Komentar